Jumat, 19 April 2013

RIBUT UJIAN NASIONAL......

Ujian Nasional adalah ritual tahunan yang setiap tahun diadakan.Setidak-tidaknya sudah diadakan setiap tahun.Mestinya persiapannya kan sejak awal tahun karena merupakan "hajat" besar kementrian pendidikan.Oleh karenanya pembahasan tentang UN mestinya ya dilaksanakan sedini mungkin.Termasuk perangkatnya juga disiapkan sedini mungkin.Jangan lagi membahas perlu UN atau tidak, sudah dalam proses persiapan.Akibatnya sudah saatnya pelaksanaan penyiapan dokumen, dana belum disetujui.. kan jadinya mentah lagi.
Keterlambatan pengiriman soal dan pengumuman penundaan yang sangat mendadak merupakan indikasi kurangnya koordinasi dan antisipasi.Pencetakan naskah pasti sudah siap didistribusikan paling tidak dua minggu sebelumnya.Jadi  kalau struktur berjalan normal hal seperti itu tak perlu terjadi, atau setidak-tidaknya kalau terjadi penundaan ya serentak.... dengan dalih distribusi belum selesai.
Dengan adanya variasi soal yang lebih banyak,pelaksanaan ujian menjadi lebih sederhana.Pengawas ruang tak perlu takut salah membagi soal.karena soal yang dikerjakan siswa semua berbeda.Namun dari segi teknik evaluasi mungkin agak menjadi pertanyaan. Benarkah soal-soal tersebut memiliki daya ukur yang sama.? Wallohu 'alam....
Dari kualitas cetakan naskah soal...banyak yang sepertinya bukan cetakan, tetapi seperti fotokopi,ini terlihat dari tingkat ketajaman tulisan yang kurang, dan kertas yang biasanya 70 gram, ada yang hanya 60 gram.Lebih-lebih LJUN yang tebalnya sama dengan naskah soal, menjadi masalah tersendiri bagi peserta.Ketika terjadi kesalahan kemudian dihapus akibatnya cetakan bulatannya hilang.Itulah salah satu yang merisaukan peserta.Biasanya LJUN itu kertasnya paling tidak 80 gr, ini ternyata hanya 70 gr atau bahkan 60 gr.Kita mengharap kepada BNSP dan kementrian pendidikan untuk mencatat dan tahun depan harus lebih baik lagi.
Semoga saja.....
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar